CLICK HERE FOR FREE BLOGGER TEMPLATES, LINK BUTTONS AND MORE! »

Sabtu, 22 Juni 2013

fisiologi ternak (sistem pernafasan mamalia dan aves)

LAPORAN PRAKTIKUM
FISIOLOGI TERNAK
PERBEDAAN SISTEM PERNAPASAN PADA MAMALIA DAN AVES




 






Oleh:

Nama               : Dita Febriyanti
NIM                : C31120060
Gol                  : A
Dosen              : Nurkholis, S.Pt. MP






PRODUKSI TERNAK
PETERNAKAN
POLITEKNIK NEGERI JEMBER

2013





BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Landasan teori
Semua mahluk hidup memerlukan energi untuk melakukan berbagai aktivitas hidupnya. Energi diperoleh dari proses pembakaran zat – zat makanan oleh oksigen di dalam sel. Proses pembakaran zat makanan ini disebut respirasi seluler. Selama pernapasan seluler, oksigen membakar energi kimia yang tersimpan di dalam zat – zat makanan sehingga menghasilkan sejumlah energi siap pakai dan karbon dioksida sebagai zat sisa. Lebih dari 90% energi yang dihasilkan adalah dalam bentuk ATP (Adenosin Trifosfat).
C6H12O6 + 6O2             menjadi                   6CO2 + 6H2O + 38 ATP
Pernapasan dilakukan untuk beberapa tujuan, antara lain memperoleh oksigen dari lingkungan dan mengeluarkan karbon dioksida ke lingkungan, Transpor oksigen keseluruh sel tubuh, menghasilkan ATP,Mengatur keseimbangan kondisi asam basa dalam jaringan yang sangat penting kelangsungan fungsi normal sel-sel, Dapat melindungi tubuh melawan organisme yang menyebabkan penyakit dan zat-zat toxic dari udara yang terhirup, dan membantu dalam mendeteksi bau dan produksi suara atau bunyi.
Pertukaran karbon dioksida dan oksigen antara lingkungan dan maahluk hidup disebut pertukaran gaas. Proses pertukaran gas dapat berlangsung efektif jika tempat berlangsungnya proses pertukaran gas terseebut memiliki membran sel yang tipis dan bersifat permeabel sehingga gas dapat melewatinya secara difusi. Pada umumnya difusi berlangsung efissien jika membran sel memiliki ketebalan kurang dari 1 mm.
Mamalia merupakan hewan berdarah panas. Hal ini dikarenakan kemampuannya untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitar. Sebutan mamalia sendiri berasal dari keberadaan glandula ( kelenjar ) mamae pada tubuh mereka yang berfungsi sebagai penyuplai susu. Seperti yang kita ketahui bahwa mamalia betina menyusui anaknya dengan memanfaatkan keberadaan kelenjar tersebut. Walupun mamalia jantan tidak menyusui anaknya, bukan berarti mereka tidak memiliki kelenjar mamae. Semua mamalia memiliki kelenjar mamae , tetapi pada mamalia jantan kelenjar ini tidaklah berfungsi sebagaimana pada mamalia betina. Organ – organ pernapasan pada mamalia terdiri dari hidung, faring (tekak), laring (pangkal tenggorokan), trakea (tenggorokan), bronkus (percabangan dari trakea), bronkiolus (cabang – cabang kecil dari bronkus), dan alveolus (gelembung – gelembung kecil pada paru – paru).
Burung termasuk hewan yang memiliki tingkat metabolisme yang tinggi. Hal demikian erat hubungannya dengan aktivitas terbang burung. Dalam hal ini burung membutuhkan konsumsi oksigen yang lebih tinggi daripada hewan vertebrata lainnya. Organ – organ pernapasan pada burung yaitu hidung (nares), glotis (pangkal lidah), laring, trakea, syrinx, bronkus, bronkiolus,pulmo (paru – paru).
1.2  Tujuan Instruksional khusus
Setelah melakukan praktikum ini, mahasiswa diharapkan mampu :
1.      Menyebutkan urutan mekanisme respirasi.
2.      Menyebutkan saluran respirasi pada unggas dan mamalia.
3.      Membedakan sistem respirasi unggas dan sistem respirasi mamalia.






















BAB II
PEMBAHASAN
1.1  Sistem Pernapasan Burung (Aves)
Pada burung, tempat berdifusinya gas pernapasan hanya terjadi di paru-paru. Paru-paru burung berjumlah sepasang dan terletak dalam rongga dada yang dilindungi oleh tulang rusuk. Jalur pernapasan pada burung berawal di lubang hidung. Pada tempat ini, udara masuk kemudian diteruskan pada celah tekak yang terdapat pada dasar faring yang menghubungkan trakea. Trakeanya panjang berupa pipa bertulang rawan yang berbentuk cincin, dan bagian akhir trakea bercabang menjadi dua bagian, yaitu bronkus kanan dan bronkus kiri. Dalam bronkus pada pangkal trakea terdapat sirink yang pada bagian dalamnya terdapat lipatan-lipatan berupa selaput yang dapat bergetar. Bergetarnya selaput itu menimbulkan suara. Bronkus bercabang lagi menjadi mesobronkus yang merupakan bronkus sekunder dan dapat dibedakan menjadi ventrobronkus (di bagian ventral) dan dorsobronkus ( di bagian dorsal). Ventrobronkus dihubungkan dengan dorsobronkus, oleh banyak parabronkus (100 atau lebih). Parabronkus berupa tabung tabung kecil. Di parabronkus bermuara banyak kapiler sehingga memungkinkan udara berdifusi. Selain paru-paru, burung memiliki 8 atau 9 perluasan paru-paru atau pundi-pundi hawa (sakus pneumatikus) yang menyebar sampai ke perut, leher, dan sayap. Pundi-pundi hawa berhubungan dengan paru-paru dan berselaput tipis. Di pundi-pundi hawa tidak terjadi difusi gas pernapasan; pundi-pundi hawa hanya berfungsi sebagai penyimpan cadangan oksigen dan meringankan tubuh. Karena adanya pundi-pundi hawa maka pernapasan pada burung menjadi efisien. Pundi-pundi hawa terdapat di pangkal leher (servikal), ruang dada bagian depan (toraks anterior), antara tulang selangka (korakoid), ruang dada bagian belakang (toraks posterior), dan di rongga perut (kantong udara abdominal).
Fungsi kantung udara :
- membantu pernafasan terutama saat terbang
- menyimpan cadangan udara (oksigen)
- memperbesar atau memperkecil berat jenis pada saat burung berenang
-mencegah hilangnya panas tubuh yang terlalu banyak

Masuknya udara yang kaya oksigen ke paru-paru (inspirasi) disebabkan adanya kontraksi otot antar tulang rusuk (interkostal) sehingga tulang rusuk bergerak keluar dan tulang dada bergerak ke bawah. Atau dengan kata lain, burung mengisap udara dengan cara memperbesar rongga dadanya sehingga tekanan udara di dalam rongga dada menjadi kecil yang mengakibatkan masuknya udara luar. Udara luar yang masuk sebagian kecil tinggal di paru-paru dan sebagian besar akan diteruskan ke pundi - pundi hawa sebagai cadangan udara. Udara pada pundi-pundi hawa dimanfaatkan hanya pada saat udara (O2) di paru - paru berkurang, yakni saat burung sedang mengepakkan sayapnya. Saat sayap mengepak atau diangkat ke atas maka kantung hawa di tulang korakoid terjepit sehingga oksigen pada tempat itu masuk ke paru-paru. Sebaliknya, ekspirasi terjadi apabila otot interkostal relaksasi maka tulang rusuk dan tulang dada kembali ke posisi semula, sehingga rongga dada mengecil dan tekanan menjadi lebih besar dari tekanan di udara luar akibatnya udara dari paru-paru yang kaya karbon dioksida keluar. Bersamaan dengan mengecilnya rongga dada, udara dari kantung hawa masuk ke paru-paru dan terjadi pelepasan oksigen dalam pembuluh kapiler di paru-paru. Jadi, pelepasan oksigen di paru-paru dapat terjadi pada saat ekspirasi maupun inspirasi.
Pernapasan pada burung saat istirahat:
Burung mengisap udara kemudian udara mengalir melewati bronkus ke pundi-pundi hawa bagian belakang bersamaan dengan itu udara yang sudah ada di paru-paru mengalir ke pundi - pundi hawa, udara di pundi-pundi belakang mengalir ke paru-paru lalu udara menuju pundi - pundi hawa depan. Kecepatan respirasi pada berbagai hewan berbeda bergantung dari berbagai hal, antara lain, aktifitas, kesehatan, dan bobot tubuh.
- Fase Inspirasi :
Tulang dada bergerak > tulang-tulang rusuk bergerak ke bawah / muka > rongga dada membesar > paru-paru mengembang > udara masuk ke paru-paru > kantong udara bagian belakang > paru-paru > kantong udara bagian depan.
- Fase Ekspirasi :
Tulang dada bergerak > tulang-tulang rusuk keatas > rongga dada mengempus > paru-paru mengecil > udara dari kantong udara > paru-paru (parabronkus) terjadi difusi > dikeluarkan.
Pernapasan burung saat terbang:
Saat terbang pergerakan aktif dari rongga dada tidak dapat dilakukan karena tulang dada dan tulang rusuk merupakan pangkal perlekatan otot yang berfungsi untuk terbang. Saat mengepakan sayap (sayap diangkat ke atas), kantong udara di antara tulang korakoid terjepit sehingga udara kaya oksigen pada bagian itu masuk ke paru-paru. Pernapasan saat terbang terdiri dari fase inspirasi dan fase ekspirasi.
- Fase Inspirasi :

Sayap terangkat > kantong udara diketiak mengembang > rongga dada membesar > paru-paru mengembang > kantong udara diselangkang terjebit > udara masuk. 

- Fase Ekspirasi:
Sayap diturunkan > kantong udara diketiak terjepit > kantong udara diselangka mengembang > paru-paru mengempis > udara keluar.

1.2  Sistem Pernapasan Mamalia
Sebutan mamalia berdasar adanya kelenjar mamae pada hewan betina untuk menyusui anaknya yang masih muda. Glandula mamae atau kelenjar susu tersebut terdapat di bawah kulit dengan warna kuning. Kelenjar ini juga biasa digunakan sebagai jaringan lemak.
Jantung merupakan sebuah organ yang terdiri dari otot. Oto-otot jantung merupakan jaringan istimewa karena kalau dilihat dari bentuk dan susunannya sama dengan otot serat lintang. Akan tetapi , cara kerjanya mmenyerupai otot polos yaitu di luar kemauan kita ( dipengaruhi oleh susunan saraf otonom ). Jantung terletak di dalam cavum thoralis. Jantung memiliki empat bagian. Bagian-bagian tersebut adalah atrium sinistrum , atrium dextrum , ventrikel sinistrum , dan ventrikel dextrum.
  1. Atrium sinistrum
Merupakan muara dari pembuluh darah vena pulmonalis sinistra dan vena pulmonalis dextra.
  1. Atrium dextrum
Merupakan muara dari pembuluh darah vena cava caudalis, vena cava cranialis sinistra, dan vena cava cranialis dextra.
  1. Ventrikel sinister
Dinding bagian ini memiliki ukuran yang lebih tebal dibandingkan dengan dinding antrium dan juga dinding ventrikel dexter. Hal ini dikarenakan kerja ventrikel dexter lebih berat dibandingkan dengan bagian jantung lainnya, yaitu memompa darah ke seluruh tubuh.
  1. Ventrikel dexter
Pembuluh darah yang bekerja pada bagian ini adalah arteri pulmonalis.
Otot jantung mempunyai kemampuan antostimulasi (tidak tergantung dari impuls saraf). Denyut jantung dipengaruhi oleh sistem saraf otonom, meskipun demikian otot jantung juga dapat berdenyut tanpa saraf, karena bersifat myogenik (pada hewan tingkat rendah bersifat neurogenik).
Jantung dibungkus oleh suatu lembaran yang disebut pericardium. Pericardium terbagi atas dua lembaran , yaitu lamina visceralis ( lapisan sebelah dalam ) dan lamina parietalis ( lapisan sebelah luar ). Kedua lapisan tersebut membatasi suatu ruangan yang disebut cavum pericardi.
Bagian kiri dan kanan jantung terpisah oleh adanya septum cardis. Septum cardis tersebut terdiri atas septum atriovum yang memisahkan atrium dexter dan sinister serta septum ventriculorum yang memisahkan ventrikel dextrum dan sinistrum.
Sistem respirasi melalui beberapa organ , yaitu :
  1. Nares ( lubang hidung )
Lubang hidung ini terbagi menjadi dua , yaitu nares anteriores ( lubang hidung luar ) dan nares postenores ( lubang hidung dalam ).
  1. Larinx
Organ ini berfungsi untuk membawa udara menuju trachea serta menghasilkan suara. Lapisan mukosa pada larynx mengandung epithelium bersilia. Silia tersebut berfungsi untuk menfilter udara kotor atau partikel-partikel asing agar tidak mengganggu sistem selanjutnya sehingga merusak paru-paru ( pulmo ). Partikel-partikel asing tersebut dapat menjadi salah satu penyebab kanker paru-paru.
Makanan dan cairan yang berasal dari faring dicegah untuk tidak masuk laring karena adanya epiglotis, yaitu jaringan yang berbentuk lembaran tipis. Ketika seseorang bernafas, epiglotis membentuk posisi vertical, sehingga seperti pintu yang dibuka. Sedangkan pada saat menelan makanan atau cairan secara refleks epiglotis dan laring saling mendekat, sehingga mencegah makanan/cairan masuk ke laring dan mengarahkan makanan ke esophagus. Jika seseorang makan/minum sambil tertawa maka refleks epiglotis tidak bekerja, sehingga makanan dapat masuk ke laring, dan menyebabkan tersedak.
c. Trachea
Merupakan suatu organ yang tersusun atas cincin-cincin tulang rawan yang berbentuk huruf C. Cincin-cincin tulang rawan tersebut dinamakan annulus trachealis. Trachea terletak pada ventral esophagus.
d. Bronchus
Bronchus merupakan percabangan dari Trachea. Bronchus terdiri atas sinister dan dexter. Dindingnya diperkuat oleh cincin-cincin tulang rawan yang disebut annulus bronchialis.
e. Bronchiolus
Organ ini merupakan cabang-cabang kecil dari sebuah bronchus. Bersama-sama dengan bronchus , laring , dan trachea , bronchiolus bertanggung jawab atas pembersihan sistem pernafasan ( filter udara kotor ).
f. Alveolus
Bronchiolus terbagi menjadi banyak sekali percabangan yang lebih kecil dengan ukuran diameter sekitar 0,5 mm. Percabangan mempunyai ujung yang buntu membentuk kantung disebut alveolus. Alveoli bertugas membawa oksigen dan memindahkan karbondioksida ke atau dari sistem sirkulatori. Diantara alveoli tersisipi banyak makrofag, yaitu sel darah putih yang berukuran besar bergerak amuboid bertugas memindahkan materi asing dari dalam paru-paru yang belum tersaring di alat pernapasan sebelumnya. Selain itu juga mencegah paru-paru dari infeksi sehingga dapat menjalankan fungsinya dengan baik.
Mekanisme Ventilasi (Pertukaran Udara) Pulmonalis
Paru-paru dapat membesar dan berkontraksi dengan 2 jalan :
1).Dengan gerakan turun naik diafragma akan memanjang dan memperpendek rongga dada.
2).Dengan pengangkatan dan penekanan tulang rusuk akan mengangkat/memperbesar dan menurunkan/memperkecil diameter anteroposterior rongga dada.
Pernafasan normal dilakukan hampir sempurna oleh gerakan inspirasi (menghirup) diafragma. Selama inspirasi diafragma menarik ke bawah permukaan bagian bawah paru-paru. Selama ekspirasi (menghembus) diafragma berelaksasi dan mendorong paru-paru ke belakang, dinding dada dan struktur perut mendorong paru-paru. Selama bernafas berat, dorongan ke belakang tidak cukup kuat untuk menyebabkan respirasi cepat, hal itu dapat dicapai dengan kontraksi urat perut yang mendorong isi perut ke atas melawan diafragma bagian bawah. Cara kedua untuk memperbesar paru-paru adalah dengan meningkatkan/memperbesar ruangan dada melalui rib cage. Hal itu akan memperbesar paru-paru karena dalam posisi istirahat secara alamiah, tulang rusuk miring ke bawah, sehingga memungkinkan tulang dada bergerak ke belakang di depan kolumnis spinalis. Namun, bila rib cage terangkat, tulang rusuk langsung mengarah ke belakang. Dengan demikian, tulang dada pada waktu itu bergerak ke belakang menjauhi spinosus yang menyebabkan anteroposterior dada menjadi lebih besar kira-kira 20% selama respirasi maksimum dibandingkan selama ekspirasi. Oleh karena itu, berbagai otot tersebut yang mengangkat rongga dada dapat diklasifikasikan sebagai urat daging inspirasi, dan urat daging yang menekan rongga dada adalah urat daging ekspirasi.






























BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
                1. Sistem pernapasan burung terdiri dari berbagai organ yaitu Nares ( lubang hidung ), Glotis (pangkal lidah), Larinx, Trachea, syrinx, Bronchus, Bronchiolus, Pulmo (paru-paru).
                2. Sistem pernapasan mamalia terdiri dari berbagai organ yaitu Nares ( lubang hidung ), Larinx, Trachea, Bronchus, Bronchiolus, Alveolus.
                3. Jantung terletak di dalam cavum thoralis. Jantung memiliki empat bagian yaitu atrium sinistrum , atrium dextrum , ventrikel sinistrum , dan ventrikel dextrum.
           4. Pundi-pundi hawa terdapat di pangkal leher (servikal), ruang dada bagian depan (toraks anterior), antara tulang selangka (korakoid), ruang dada bagian belakang (toraks posterior), dan di rongga perut (kantong udara abdominal).







LAMPIRAN









 








                                                                                          






Tidak ada komentar:

Poskan Komentar